SMA Negeri 1 Sleman kembali menyelenggarakan kegiatan FRASA (Festival Ramadhan in SMANSA) #4 sebagai bentuk penyambutan bulan suci Ramadan yang penuh makna. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari murid, guru hingga tenaga kependidikan dengan berbagai rangkaian aktivitas keagamaan dan sosial.

Rangkaian kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh murid muslim, tetapi juga melibatkan murid Kristiani melalui program Live In, pembinaan karakter berbasis pengalaman sosial.

Rangkaian kegiatan FRASA #4 diawali dengan Pengajian Menjelang Ramadan (PJAB) yang dilaksanakan pada 30 Januari 2026 dan diikuti oleh seluruh murid dan guru karyawan SMAN 1 Sleman. Kegiatan ini menghadirkan Ustaz Abdur Rosid, S.S.Pd.I., M.A., sebagai pemateri yang menyampaikan kajian bertema “Menyongsong Bulan Ramadan”. Pengajian diselenggarakan di lapangan basket SMAN 1 Sleman dan sekaligus menjadi momentum doa bersama untuk kelancaran ujian murid kelas XII.

Selama bulan Ramadan, program One Day One Khatam dilaksanakan oleh seluruh warga sekolah melalui pembacaan Al-Qur’an secara kolektif sesuai pembagian juz hingga mencapai satu khataman setiap hari. Pada tanggal tertentu, kegiatan ini digantikan dengan Kajian Jumat Pagi yang disampaikan oleh salah seorang guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Bapak Yualis, melalui pengeras suara sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, yaitu pada 27 Februari, 6 Maret, dan 13 Maret 2026.

Dalam bidang sosial, kegiatan Takjil on The Road dilaksanakan pada 27 Februari 2026 dengan membagikan takjil kepada masyarakat di sekitar perempatan Denggung, Sleman. Kegiatan ini melibatkan murid dari organisasi keagamaan seperti Rohis Al-Kautsar. Program ini juga terintegrasi dengan kegiatan SATURASI (Srawung lan Tetulung Marang Sesami) melalui penyaluran bantuan ke Panti Asuhan Daarut Taqwa. Adapun sumber dana kegiatan FRASA berasal dari komite sekolah dan donasi warga sekolah.

Selain itu, pelaksanaan Zakat Fitrah pada 23–25 Februari 2026 melibatkan murid dalam pengumpulan dan penyaluran zakat kepada murid yang berhak serta masyarakat sekitar. Kegiatan Infaq Harian juga dilaksanakan secara rutin di setiap kelas dan diperuntukkan bagi kebutuhan takmir masjid sekolah. Program sosial lainnya, yaitu Al-Kautsar Mengajar, dilaksanakan pada 25 Februari 2026 di Masjid Al-Ikhsan, Jetis, Caturharjo. Kegiatan ini diisi dengan pembelajaran TPA, cerita islami, serta permainan edukatif yang didampingi oleh guru pembimbing.

Dalam rangka peningkatan pemahaman keagamaan, murid kelas XI mengikuti kegiatan Pesantren Kilat pada 11–13 Maret 2026 di Pondok Pesantren Al-Hussain, Salam, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan selama tiga hari dua malam tersebut diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan serta perlombaan, seperti poster, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Tartilil Qur’an (MTTQ), dan dai. Sementara itu, murid kelas X mengikuti kegiatan Ramadhan in Campus pada 2–4 Maret 2026 yang diselenggarakan di lingkungan sekolah dengan konsep serupa, meliputi kegiatan keagamaan dan perlombaan seperti MTQ, MTTQ, dan dai, yang ditutup dengan kegiatan buka bersama pada hari terakhir.

Di sisi lain, murid beragama Kristiani yang tergabung dalam kegiatan Rohani Kristen (Rohkris) mengikuti program Live In yang dilaksanakan pada 11–13 Maret 2026 selama tiga hari dua malam di wilayah Boro, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada murid dalam memahami kehidupan sosial, budaya, serta nilai pelayanan di masyarakat.

Pelaksanaan Live In tersebar di tiga lokasi, yaitu Panti Asuhan Putra Santa Maria Boro, Panti Asuhan Putri Boro, dan Panti Jompo Boro. Siswa terlibat secara langsung dalam berbagai aktivitas keseharian, seperti membantu pekerjaan panti, membersihkan lingkungan, memasak, mencuci, hingga merawat penghuni panti.

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan berupa kebutuhan penunjang kehidupan sehari-hari, dilanjutkan dengan interaksi dan permainan bersama anak-anak panti. Pada hari kedua, murid mengikuti kegiatan ibadah seperti doa pagi, pembacaan Alkitab, serta misa di gereja setempat, kemudian melanjutkan aktivitas pelayanan seperti membersihkan area panti, mencuci pakaian, serta membantu kegiatan operasional panti. Selain itu, murid juga mengikuti sesi refleksi, penyampaian kesan dan pesan, serta kegiatan kebersamaan lainnya. Pada hari terakhir, murid kembali melaksanakan ibadah, dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih lingkungan panti sebelum kembali ke sekolah.

“Menurut aku pribadi Live In di panti asuhan jadi kenangan membahagiakan di masa SMA ini karena kita bonding 3 hari dan itu ga bakal bisa keulang lagi, dan aku sangat bersyukur bisa mengikuti event Live In ini karena ini sangat berguna dalam pembentukan karakter, dan pesanku adalah: selalu punya harapan untuk masa depan karena itu yang memberimu semangat dan kamu akan berusaha menggapai itu, jadikan itu motivasi untuk selalu melangkah ke depan, long short story I survived.” -Lintang Aji Pangestu/XI E

Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan FRASA #4 dan program Live In, SMAN 1 Sleman menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter murid yang religius, peduli terhadap sesama, serta menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Kedua kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran nyata bagi murid untuk mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.